Jumat, 13 Maret 2009

blok rengas jatibarangbaru dan intervensi di kab indramayu



JELANG PEMILU APRIL 2009

Tak hanya Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI yang menyatakan netralitasnya dalam pemilu 2009. Netralitas juga dinyatakan oleh pegawai negeri sipil. Bedanya, netralitas para pamong itu hanya saat kampanye.

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, Taufik Efendi mengingatkan agar PEGAWAI NEGRI SIPIL tak ikut-ikutan melakukan kampanye. "Jika PNS terlibat kampanye parpol, akan diberikan sanksi berat atau pemecatan," kata dia, seperti dikutip laman Departemen Komunikasi dan Informasi, Kamis 26 / 02 / 2009.

Meski demikian, bukan berarti para PEGAWAI NEGRI SIPIL itu tak boleh berkontribusi dalam pemilu. "PNS boleh ikut membantu apapun di tempat pemungutan suara saat pemilu, asal seizin pimpinan," kata MENTERI TAUFIK.

Dia tambahkan, sesuai aturan yang ada, PNS tidak diperbolehkan melakukan kampanye dan berpihak kepada partai apapun. "LARANGAN tersebut sudah tertuang dalam lembaran negara bahwa PNS adalah abdi negara, termasuk TNI dan Polri," kata dia.

Menurut Undang-Undang No.10 Tahun 2008 tentang Pemilu 2009,PNS dilarang menjadi pelaksana kegiatan kampanye. Pelaksana atau partai dilarang mengundang PNS dalam agenda kampanye. Selain itu PNS dilarang menggunakan atribut partai atau sebaliknya, serta PNS dilarang melakukan mobilisasi massa dari lingkungan kerjanya dan menggunakan aktivitas negara untuk kepentingan kampanye.Untuk itu diharapkan pada PNS,TNI dan POLRI dan para guru agar lebih hati2 dalam menyikapi pemilu 2009.Masyarakat dan Tokoh masyarakat sekarang sudah membuka matanya lebar2,untuk mensuksekan PEMILU 2009 nanti.Meskipun Kamera Digital/Kamera Video yang merupakan objek vital dalam peliputan kegiatan.sudah barang tentu kita-kita akan diliput oleh kameraman profesional yang tanpa disadari dan diketahui oleh kita. ……….

Saudara-saudara, 9 April nanti adalah hari bagi setiap orang di Indonesia yang telah memiliki hak pilih untuk memilih calon wakilnya. Ingat, itu ajang memilih “wakil”..!!
Maka Dari itu, bertindaklah seperti seorang tuan yang sedang menyeleksi para pembantu-pembantunya. Bersikaplah seperti seorang majikan, dan buang jauh-jauh sikap dan mental bangsa kuli dan jongos Anda itu. Pilihlah dengan landasan, bahwa Anda adalah tuan, Andalah penguasa, Andalah raja sesungguhnya di negeri ini.
Tapi tentu, bagi saya, tak akan banyak perubahan berarti dari partai-partai yang selama ini aktif bermanuver di media massa. Secara komunikasi, semakin banyak Anda berinteraksi melalui media massa, maka ada kemungkinan daya popularitas akan semakin menanjak. Itu satu kemungkinan yang sering dipahami
parpol-parpol yang melakukan segala cara agar dilirik oleh media massa. Ada kemungkinan lain, yang merupakan anti tesis terhadap possibility yang pertama tadi: semakin banyak Anda diekspos, semakin tinggi pula tingkat kejenuhan masyarakat.
Tingkat kejenuhan akan membawa pada kebosanan, lantas menjadi muak dan terus menjadi marah. Ini alasan saya. Setiap orang yang berjalan di jalan-jalan setiap hari akan menemukan jutaan gambar caleg yang terpampang di pohon-pohon, spanduk, papan reklame, baliho dan seterusnya. Itu belum seberapa. Miliaran kartu nama dicetak, selebaran disebar, stiker ditempel. Tidak hanya di rumah-rumah Anda, di pojok gang, tapi juga si caleg ini langsung memberikan kepada Anda dan Anda simpan di saku ataupun dompet Anda.
Itu belum cukup juga. Karena di televisi, radio, media cetak, Anda akan masih menemukan para caleg-caleg itu. Semakin banyak, semakin banyak, semakin banyak, dan Anda akan sampai pada titik jenuh.
Suatu saat, Anda akan bosan, jengkel, kesal, dan “gondok”. Anda kini tak lagi menganggap gambar caleg dan partai-partai yang beriklan itu, dengan rasional. Senyuman mereka bukan senyum yang ramah dan memikat lagi, melainkan senyum yang memuakkan!
Dalam dunia komunikasi, ini dinamakan flooding information, informasi yang sudah meluber. Ibarat air yang dituangkan dalam gelas, ada takarannya. Bila lewat dari takaran itu, maka dia akan tumpah dan tak akan ada gunanya.

jatibarangbaru,kuli panggul pasar berbicara untuk kebaikan daerahnya khususnya di kabupaten indramayu




INTERVENSI,INTIMIDASI TERHADAP GURU………………………………………..YACH LAGU LAMA………………………..GAK ADA LAGU YANG LAIN APA ?

Indikasi adanya intimidasi terhadap guru-guru dalam rangka menjelang pelaksanaan Pilkada,Apalagi sekarang menjelang PEMILU 2009 Khususnya di Kabupaten Indramayu, nampak kelihatan sangat ketara. Sebab gejala ini sudah sampai ke telinga Masyarakat bawah,artinya tukang Becak,Petani,sampai kuli panggul dipasarmenganggapnya itu tidak aneh,katanya,karena ini sudah menjadi rahasia umum.
Masyarakat sudah mengetahui adanya Intervensi dari Pemkab untuk sejumlah guru di Kab Indramayu, bahwa mereka sepertinya sedang diintimidasi.
Katanya, guru yang tidak sealiran dengan pihak tertentu, akan di turunkan jabatannya dan dimutasi ke tempat lain. Bahkan dari Kepala Sekolah Bisa jadi pengajar lagi,Tentu kami sangat menyayang-kan dan menyesalkan adanya intimidasi terhadap kalangan pendidik ini,

Para tokoh masyarakat meminta agar guru-guru tidak usah takut dengan intimidasi yang ditebar oknum-oknum tertentu. Karena apabila ada guru yang kena mutasi hanya karena beda aliran, Masyarakat dan para tokoh akan selalu memonitor jalannya pemilu nanti,dan tetap meng-imbau agar guru-guru tetap me-nyalurkan aspirasinya dalam Pemilu nanti, sesuai dengan hati nurani masing-masing. Karena hati nurani sese-orang adalah harga mati yang tak bisa dibeli dengan apapun. Silakan salurkan hak pilih anda sebagai seorang guru sesuai hati nurani, dan jangan terpengaruh dengan intimidasi dan intervensi pihak lain, abaaikan intervensi itu tak perlu di takuti.

Menurut pengamatan para tokoh masyarakat, adanya kunjungan petinggi Kab Indramayu ke beberapa Desa,dan menyiasati dengan dalih memberikan sumbangan ke masjid dan mushola, namun masyarakat menganggap kalau sumbangan itu berasal dari pribadi petinggi Orang Indramayu, Dalam sejarah belum ada yang mencatat, Hal tidak mungkin menyumbang dari koceknya sendiri hanya demi kepentingan rakyat,Pejabat itu pekerja,sama seperti kita,pejabat juga manusia sama seperti kita,dia juga lagi cari uang bukan memberikan uang,kalau yang diberi atau yang disumbangnya masih saudaranya mungkin iya uang pribadinya. Tapi kalau rakyat atau orang lain, INI YANG HARUS KITA PIKIRKAN BERSAMA.ADA APA DIBALIK ITU. UANG SIAPA ,UNTUK SIAPA ? maka dari itu blog ini sengaja kami buat untuk berbuat sesuatu agar Kab Indramayu makin maju.Beranikan diri untuk lepas dari INTERVENSI. berita ini tak lama lagi akan mencuat seperti kasus di kab subang,di Indramayu sudah tidak sedikit yang lulusan sarjana,mereka juga mencermati figuryang bakal dipilihnya nanti.figur yang otoriter yang identik dengan penekanan terhadap bawahan ataupun pada sipil lainnya karena sekarang bukan jamanya orde baru lagi, berikan dia kebebasan dalam memilih untuk mewujudkan ASAS DEMOKRASI,Pastikan pilihan anda sesuai dengan nurani. Wassalam